Bangkit dan Bertindak: Jangan Diam dalam Kebaikan

Table of Contents


Dalam dunia kita hari ini, keberadaan kebaikan dan kejahatan sering kali terlihat seterang siang dan malam. Melalui media, kita mendengar begitu banyak kisah kejahatan, kekerasan, dan ketidakadilan, sehingga kadang kita merasa seolah-olah kebaikan kalah. Namun, persoalannya bukan semata-mata karena kejahatan begitu kuat, melainkan karena kebaikan sering kali diam, pasif, dan tidak bergerak.

Bacaan pertama hari ini mengisahkan perumpamaan Yotam: pohon zaitun, pohon ara, dan pohon anggur—yang semuanya baik, tetapi memilih untuk diam, enggan terlibat, dan sibuk dengan diri sendiri. Akibatnya, semak duri yang penuh bahaya naik dan berkuasa. Gambaran ini begitu nyata: ketika orang baik tidak mau bersuara, maka ruang akan diisi oleh orang-orang yang membawa kerusakan.

Lalu Injil hari ini, Yesus berbicara tentang perumpamaan pekerja di kebun anggur. Tuan kebun anggur itu keluar berulang kali memanggil pekerja, sejak pagi sampai sore, agar ladangnya terisi dengan mereka yang mau bekerja. Ini adalah gambaran Allah yang tidak pernah lelah memanggil kita. Ia tidak mau kita hanya menjadi penonton. Ia tidak mau kebaikan tinggal diam. Ia memanggil kita untuk masuk, terlibat, bekerja di ladang-Nya—yakni dunia ini—supaya terang mengalahkan kegelapan.

Saudara-saudari, sering kali kita berpikir bahwa kebaikan itu kecil dan tidak berarti. Tetapi justru kebaikan yang sederhana, ketika dikerjakan dengan setia, dapat menahan meluasnya kejahatan. Masalahnya bukan kita kurang tahu apa yang baik, tetapi sering kali kita kurang berani untuk melakukannya. Kita bisa menjadi “pohon zaitun” atau “pohon anggur” yang hanya menikmati berkat Tuhan bagi diri sendiri, tetapi lupa dipanggil untuk menghasilkan buah bagi sesama.

Hari ini Tuhan mengingatkan kita: jangan hanya diam. Bangkitlah dan bertindak. Kebaikan yang kita lakukan kepada sesama adalah kebaikan yang kita tanam juga bagi diri kita sendiri. Semoga Roh Kudus membimbing kita untuk tidak sekadar menjadi orang baik yang pasif, melainkan orang beriman yang aktif, menghadirkan terang Kristus di tengah dunia.

Posting Komentar