Dari Hati yang Penuh Kasih
Penyakit Iri Hati
Setiap dari kita, pada suatu waktu, pernah merasakan iri hati atau cemburu. Itu bukan perasaan yang menyenangkan, bahkan seringkali kita malu untuk mengakuinya. Tapi kenyataannya, iri hati dan cemburu itu muncul ketika kita membandingkan diri dengan orang lain dan merasa lebih rendah, atau merasa kurang diperhatikan.
Itulah yang terjadi dalam bacaan pertama hari ini. Miryam dan Harun, dua orang yang dekat dengan Musa, mulai menentang dia—bukan karena kesalahan nyata, tetapi karena dia menikah dengan seorang perempuan Kush. Sekilas tampak seperti alasan yang masuk akal, tapi sesungguhnya, mereka sedang digerogoti oleh iri hati. Mereka berkata, “Apakah Tuhan hanya berbicara melalui Musa saja?”—sebuah kalimat yang mengungkapkan kecemburuan tersembunyi terhadap kedekatan Musa dengan Allah.
Iri hati ini tidak tinggal diam di dalam hati mereka. Ia keluar dalam bentuk kata-kata yang merusak, tuduhan yang terselubung, dan penilaian yang tidak adil. Dan itulah yang dikatakan Yesus dalam Injil hari ini: “Bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, tetapi yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskannya.” Karena kata-kata kita mencerminkan isi hati kita.
Iri hati dan Obatnya
Menurut Yohanes Vianey “Iri hati adalah dosa yang tidak pernah bersukacita melihat kebahagiaan orang lain. Ia seperti cacing yang terus menggerogoti hati.” Menurutnya obat dari iri hati adalah: kerendahan hati dan syukur kepada Tuhan sebagai jalan untuk melawan iri hati. Ia berkata bahwa ketika kita melihat kebaikan orang lain, kita harus mengucap syukur karena Tuhan dimuliakan di dalam diri mereka, bukan merasa terancam.
Gergorius Agung menyebut “Iri hati adalah akar dari banyak dosa berat: kebencian, fitnah, kegembiraan atas penderitaan orang lain, dan kesedihan atas keberhasilan orang lain.” Oleh karenanya ia menekankan pentingnya kasih (caritas) dan pengakuan atas martabat sesama sebagai citra Allah, sebagai obatnya. Karena ketika kita belajar mengasihi orang lain sebagai saudara seiman, kita tidak akan melihat mereka sebagai saingan, tetapi sebagai bagian dari tubuh Kristus.
Thomas Aquinas menjelaskan iri hati sebagai; “Kesedihan atas kebaikan orang lain, karena dianggap mengurangi keunggulan diri sendiri.” oleh karenanya obat yang manjur untuk iri hati adalah kebajikan belas kasih (misericordia) dan kebajikan kebaikan hati (benignitas)—yaitu sikap bersukacita atas keberhasilan orang lain, serta menolong mereka bertumbuh, bukan menjatuhkan.
Bernardus Clairfoux mendefinisikan; “Iri hati menajiskan mata jiwa; ia membuat orang buta terhadap kebaikan orang lain dan buta terhadap kemurahan Tuhan dalam hidupnya sendiri.” obat iri hati menurut St. Bernardus adalah doa hening, untuk melihat kembali kebaikan Tuhan dalam hidup kita sendiri, sehingga hati kita tidak dipenuhi oleh rasa tidak cukup.
Saudara-saudari, mari kita bertanya pada diri sendiri: Apa yang sering keluar dari mulut kita? Apakah pujian, doa, kata-kata yang membangun? Ataukah bisikan gosip, kritik yang menjatuhkan, komentar yang lahir dari rasa tidak senang melihat orang lain bahagia?
Dalam pemeriksaan batin setiap hari, baiklah kita merenungkan bukan hanya apa yang telah kita lakukan, tetapi juga apa yang telah kita ucapkan. Karena melalui kata-kata, kita bisa melihat cerminan dari hati kita sendiri.
Hati Penuh Kasih, Hidup Menjadi Berkat
Jika hati kita dipenuhi oleh kasih, maka kata-kata kita akan menjadi berkat. Tetapi jika hati kita dipenuhi oleh luka, kemarahan, atau iri, maka kata-kata kita akan menjadi racun yang menyakiti orang lain—dan juga diri kita sendiri.
Hari ini, marilah kita mempersembahkan hati kita kepada Tuhan. Biarlah Dia yang membersihkan, menyembuhkan, dan mengisinya dengan kasih-Nya. Sebab hanya di hati yang bersih dan lembutlah Tuhan berkenan tinggal. Dan dari hati yang demikian, akan keluar kata-kata yang membangun, menghibur, dan menyelamatkan.
Semoga kita menjadi pribadi yang tidak hanya menghindari kata-kata jahat, tetapi juga aktif menabur kasih melalui apa yang kita katakan—sehingga melalui mulut kita, hati Tuhan dikenal oleh dunia.
Posting Komentar