Dipanggil Bukan Karena Sempurna

Daftar Isi

Injil hari ini menampilkan sebuah perjumpaan yang sederhana, tetapi sangat menentukan: Yesus memanggil Lewi, seorang pemungut cukai. Lewi sedang duduk di tempat kerjanya, di tengah rutinitas, di tengah label sosial yang melekat padanya sebagai orang berdosa dan tidak disukai. Tetapi justru di situ Yesus datang dan berkata singkat, tegas, dan penuh kuasa: “Ikutlah Aku.”

Dan Injil mencatat dengan sederhana pula: Lewi pun bangkit dan mengikuti Yesus. Tidak ada dialog panjang. Tidak ada syarat. Tidak ada penundaan.

Inilah inti Injil hari ini: Yesus tidak menunggu orang menjadi sempurna untuk dipanggil; Ia memanggil agar orang menjadi baru.

Orang-orang Farisi tidak dapat menerima hal ini. Mereka bertanya, bahkan menggugat: Mengapa Ia makan bersama pemungut cukai dan orang berdosa?

Yesus menjawab dengan kalimat yang sangat kuat dan menjadi kunci pewartaan-Nya:

“Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit. Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.”

Saudara-saudari, Injil ini menyentuh realitas kita. Kadang kita merasa tidak layak datang kepada Tuhan: karena dosa, karena kegagalan, karena masa lalu. Tetapi Yesus justru berkata: “Engkaulah yang Kucari.” Gereja bukan tempat orang suci yang tidak pernah jatuh, melainkan rumah bagi orang-orang yang sedang disembuhkan.

Menarik bahwa hari ini Gereja memperingati Santo Antonius Abbas, seorang kudus besar dari abad ke-3, yang dikenal sebagai Bapa para rahib. Hidupnya seolah menjadi gema konkret dari Injil hari ini.

Ketika Antonius mendengar sabda Injil: “Juallah segala milikmu dan ikutlah Aku,” ia tidak hanya mengaguminya, tetapi melakukannya. Ia meninggalkan harta, status, dan kenyamanan, lalu masuk ke padang gurun untuk mencari Allah secara total.

Antonius Abbas dan Lewi memiliki satu kesamaan: keduanya berani bangkit dan meninggalkan hidup lama ketika Yesus memanggil.Perbedaannya hanya konteks: Lewi meninggalkan meja cukai, Antonius meninggalkan kekayaan. Tetapi intinya sama: hati yang bebas dan taat pada panggilan Tuhan.

Bagi kita hari ini, mungkin Yesus tidak meminta kita meninggalkan segalanya secara fisik. Tetapi Ia tetap berkata:

“Tinggalkan kebiasaan yang mengikatmu.”

“Tinggalkan dosa yang kau pertahankan.”

“Tinggalkan sikap menghakimi orang lain.”

Dan seperti Lewi dan Antonius, kita diundang untuk bangkit mengikuti Yesus — bukan besok, bukan nanti, tetapi hari ini.

Semoga melalui Injil ini dan teladan Santo Antonius Abbas, kita disadarkan bahwa panggilan Tuhan selalu mendahului kesempurnaan kita, dan bahwa rahmat-Nya selalu lebih besar daripada dosa kita.

Sabtu, 17 Januari 2025 / Injil: Mrk 2:13–17


Posting Komentar