Yesus Menyembuhkan Seorang Lumpuh dan Mengampuni Dosanya
Injil: Markus 2:1–12
“Bangunlah, Angkatlah Tilammu, dan Berjalanlah!”
Injil hari ini mengisahkan Yesus yang menyembuhkan seorang lumpuh. Namun, yang menarik, sebelum Yesus berkata, “Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah,” Ia terlebih dahulu berkata, “Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni.”
Bagi orang-orang Yahudi, (Ahli Taurat terlebih) ini mengejutkan, bahkan dianggap penghujatan,karena hanya Tuhan, Allah, yang mampu mengampuni dosa. Tetapi justru di sinilah Yesus menyingkapkan kebenaran yang lebih dalam: kelumpuhan terdalam manusia sering kali bukan pada tubuh, melainkan pada hati dan jiwanya.
Orang lumpuh itu tidak datang sendiri. Ia dibawa oleh teman-temannya. Atap dibongkar, usaha dilakukan, risiko diambil. Ini menunjukkan sebuah iman yang aktif, iman yang tidak pasif dan menyerah pada keadaan. Yesus melihat iman mereka—bukan hanya iman si lumpuh, tetapi iman komunitas.
Di sinilah kita diajak bertanya:
- Apakah aku menjadi pribadi yang membawa orang lain kepada Yesus?
- Atau justru aku menjadi penghalang, seperti kerumunan yang menutup jalan?
Yesus lebih dahulu mengampuni dosa karena Ia tahu: pengampunan memulihkan martabat manusia. Setelah diampuni, barulah orang itu mampu bangkit dan berjalan. Penyembuhan sejati selalu dimulai dari dalam.
Konon ada seorang lumpuh yang setiap tahun selalu berziarah ke Lourdes, awalnya untuk memohon mujizat kesembuhan, namun setelah berjalan 10 tahun berlalu ia tetap di kursi rodanya. Dan ketika orang heran dan bertanya, ia menjawab bahwa ia memang tetap di kursi roda, tetapi hati dan jiwanya sudah disembuhkan. Ia tak merasa bahwa penyakitnya sebagai hukuman Allah dan ia mampu menerima keadaannya, ia sekarang lebih bergembira dari saat pertama ia datang ke Lourdes. Ia mengatakan bahwa ia tidak disembuhkan secara fisik, tapi disembuhkan jiwanya.
Saudara-saudari, Sabda Yesus hari ini, “Bangunlah, Angkatlah Tilammu, dan Berjalanlah!” juga ditujukan kepada kita:
“Bangunlah.” Bangun dari rasa putus asa.
“Angkatlah tilammu.” Jangan terus tinggal dalam masa lalu, luka, atau dosa.
“Berjalanlah.” Melangkahlah maju, hiduplah sebagai pribadi yang telah dipulihkan.
Dalam semangat Salesian, Don Bosco mengajarkan bahwa orang muda—dan kita semua—sering kali tidak membutuhkan khotbah panjang, tetapi pengalaman dicintai dan dipercayai. Seperti Yesus yang lebih dahulu menerima dan mengampuni, sebelum menuntut perubahan.
##########
Marilah kita belajar menjadi komunitas yang membawa orang lain kepada Kristus, komunitas yang memberi harapan, dan pribadi-pribadi yang berani bangkit karena percaya: Tuhan tidak hanya menyembuhkan, tetapi juga memulihkan hidup kita sepenuhnya.
Amin.

Posting Komentar