Harta Kesayangan Allah

Daftar Isi

 


"Segullāh: Harta Kesayangan Allah"


Saudara-saudari terkasih, 

“Jadi sekarang, jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan Firman-Ku dan berpegang pada perjanjian-Ku, maka kamu akan menjadi harta kesayangan-Ku sendiri dari antara segala bangsa, sebab Akulah yang empunya seluruh bumi. Kamu akan menjadi bagi-Ku kerajaan imam dan bangsa yang kudus."

Hari ini saya ingin mengajak kita merenungkan satu kata yang sangat indah dari bacaan pertama. Dalam bahasa Ibrani kata itu adalah:

Segullāh

Artinya:

Harta kesayangan, milik yang paling berharga, harta yang disimpan dekat hati.

Dalam bacaan pertama Allah berkata kepada bangsa Israel:

"Kamu akan menjadi harta kesayangan-Ku sendiri dari antara segala bangsa."

Kalimat ini mungkin terdengar biasa bagi kita. Tetapi kalau kita memahami situasinya, kalimat ini sungguh luar biasa.

Allah mengucapkan kata itu bukan kepada bangsa yang kuat. Bukan kepada bangsa yang sukses. Bukan kepada bangsa yang suci.

Allah mengucapkannya kepada sekelompok mantan budak.

Mereka baru keluar dari Mesir. Mereka belum memiliki tanah. Mereka belum memiliki rumah. Mereka masih sering mengeluh. Mereka masih penuh kelemahan.

Tetapi Allah memandang mereka dan berkata:

"Kamu adalah segullāh-Ku."


Cara Dunia Melihat dan Cara Allah Melihat

Saudara-saudari,

Dunia sering melihat manusia dari masa lalunya.

Kalau seseorang pernah gagal, ia disebut gagal.

Kalau seseorang pernah berbuat salah, ia terus diingatkan akan kesalahannya.

Kalau seseorang pernah jatuh, orang sering menganggap ia tidak bisa bangkit lagi.

Dunia senang memberi label.

Tetapi Allah berbeda.

Allah melihat lebih dalam daripada label.

Allah melihat lebih dalam daripada kesalahan.

Allah melihat lebih dalam daripada dosa.

Allah melihat apa yang masih bisa diselamatkan.

Allah melihat apa yang masih bisa dipulihkan.

Allah melihat anak-Nya.


Cerita dari Spanyol

Minggu lalu dunia dikejutkan oleh sebuah peristiwa di Spanyol.

Banyak media memperkirakan bahwa kaum muda sekarang sudah tidak tertarik lagi pada hal-hal rohani. Mereka mengatakan bahwa anak muda lebih tertarik pada hiburan, konser, media sosial, dan kehidupan instan.

Kebetulan pada waktu yang sama ada konser besar penyanyi terkenal Bad Bunny dan ada pertemuan kaum muda bersama Paus Leo XIV.

Banyak orang berpikir siapa yang akan dipilih kaum muda.

Tetapi yang terjadi justru mengejutkan.

Ratusan ribu bahkan lebih dari satu juta orang muda berkumpul untuk berdoa, mengikuti adorasi, mendengarkan Sabda Tuhan, dan merayakan Ekaristi bersama Paus.

Mengapa ini penting?

Karena banyak orang melihat kaum muda dan berkata:

"Mereka tidak peduli lagi kepada Tuhan."

Tetapi Paus melihat sesuatu yang berbeda.

Paus melihat bahwa di dalam hati mereka masih ada kerinduan akan Allah.

Di balik segala kelemahan mereka, masih ada hati yang mencari Tuhan.

Di balik segala kebisingan dunia, masih ada jiwa yang haus akan makna hidup.

Paus melihat apa yang tidak dilihat banyak orang.


Allah Selalu Melihat Lebih Dalam

Itulah yang dilakukan Allah dalam bacaan pertama.

Orang Mesir melihat budak.

Allah melihat umat pilihan.

Orang lain melihat kelemahan.

Allah melihat masa depan.

Orang lain melihat kegagalan.

Allah melihat kemungkinan baru.

Dan hari ini saya yakin Allah juga memandang setiap orang yang hadir di sini dengan cara yang sama.

Mungkin dunia mempunyai label tertentu.

Mungkin ada orang yang hanya mengingat kesalahan masa lalu.

Mungkin ada yang berkata:

"Saya sudah menghancurkan hidup saya."

"Saya sudah mengecewakan keluarga saya."

"Saya sudah kehilangan segalanya."

Tetapi Allah hari ini berkata:

"Engkau tetap segullāh-Ku."


Injil Hari Ini

Dalam Injil kita mendengar:

"Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan."

Dalam bahasa Yunani, kata yang dipakai adalah:

Splagchnizomai. (Splagchnon - splagchna) 

Artinya bukan sekadar merasa kasihan.

Artinya hati yang terguncang sampai ke kedalaman.

Belas kasih yang keluar dari relung terdalam hati.

Yesus melihat orang banyak yang lelah.

Yesus melihat orang yang terluka.

Yesus melihat orang yang tersesat.

Dan hati-Nya tergerak.

Perhatikan baik-baik.

Injil tidak berkata:

Yesus marah.

Tidak berkata:

Yesus jijik.

Tidak berkata:

Yesus menjauh.

Yang dikatakan Injil adalah:

Hati-Nya tergerak oleh belas kasih.

Mengapa?

Karena mereka adalah segullāh bagi Allah.

Mungkin Inilah Yang Perlu Kita Dengar Hari Ini

Kadang-kadang hukuman yang paling berat bukanlah tembok.

Bukan jeruji.

Bukan pintu besi.

Tetapi rasa bersalah yang terus menghantui hati.

Ada orang yang sudah diampuni tetapi belum bisa mengampuni dirinya sendiri.

Ada orang yang sudah menjalani hukuman tetapi terus menghukum dirinya sendiri.

Ada orang yang percaya Allah mengampuni orang lain tetapi sulit percaya bahwa Allah mengampuni dirinya.

Hari ini Sabda Tuhan ingin membebaskan kita dari penjara yang lebih dalam itu.

Allah tidak berkata:

"Kamu adalah kesalahanmu."

Allah berkata:

"Kamu adalah harta kesayangan-Ku."


Petrus dan Paulus

Lihatlah para rasul.

Petrus menyangkal Yesus tiga kali.

Paulus menganiaya Gereja.

Matius adalah pemungut cukai yang dibenci banyak orang.

Namun Tuhan memanggil mereka.

Mengapa?

Karena Tuhan tidak hanya melihat masa lalu mereka.

Tuhan melihat apa yang dapat mereka menjadi.

Tuhan melihat kemungkinan rahmat.

Tuhan melihat masa depan.


Apa yang Harus Kita Lakukan?

Dalam bacaan pertama Allah berkata:

"Jika kamu mendengarkan firman-Ku dan berpegang pada perjanjian-Ku."

Artinya menjadi segullāh bukan alasan untuk hidup sembarangan.

Kasih Allah harus dijawab.

Jika Allah masih percaya kepada kita, maka kita juga harus mulai percaya bahwa perubahan itu mungkin.

Jika Allah masih membuka masa depan, maka jangan terus hidup dalam masa lalu.

Jika Allah masih melihat nilai dalam diri kita, jangan menyerah terhadap diri sendiri.

Penutup

Saudara-saudari terkasih,

Hari ini bawalah pulang dua kata ini.

Yang pertama:

Segullāh

"Engkau adalah harta kesayangan Allah."

Yang kedua:

Splagchnizomai

"Hati Yesus tergerak oleh belas kasih ketika melihatmu."

Mungkin dunia melihat kesalahan kita.

Mungkin orang lain melihat kegagalan kita.

Mungkin kita sendiri kadang hanya melihat luka dan penyesalan.

Tetapi hari ini Allah memandang kita dan berkata:

"Engkau adalah segullāh-Ku."

Dan Yesus memandang kita dengan hati yang penuh belas kasih.

Karena itu jangan pernah berkata:

"Hidup saya sudah selesai."

Selama Tuhan masih memanggil nama kita, selama Tuhan masih memberi kita hari ini, selama Tuhan masih memberi kita kesempatan untuk bertobat dan berubah,

kisah kita belum berakhir.

Sebab di mata Allah, kita bukan terutama orang yang pernah jatuh.

Kita adalah segullāh-Nya, harta kesayangan-Nya.

Amin.


Posting Komentar