Jalan Kecil, Kasih yang Besar

Daftar Isi


Teresa dr Kanak-kanak Yesus

Kalau kita mendengar nama seorang kudus, kadang kita membayangkan orang yang melakukan sesuatu yang luar biasa: pergi ke tempat yang jauh, berkhotbah kepada banyak orang, mendirikan karya besar, atau melakukan pengorbanan yang hebat. Tetapi Santa Theresia dari Kanak-kanak Yesus menunjukkan kepada kita sesuatu yang sangat berbeda: kita tidak harus melakukan hal-hal besar untuk menjadi kudus. Kita bisa menjadi kudus melalui hal-hal kecil yang dilakukan dengan kasih yang besar.

Theresia menyebutnya sebagai “jalan kecil” — petite voie. Ia menyadari bahwa dirinya bukan orang besar. Ia tidak mempunyai kesempatan melakukan karya-karya besar seperti para misionaris. Tetapi ia percaya bahwa di hadapan Tuhan, yang menentukan bukan terutama seberapa besar pekerjaan kita, melainkan seberapa besar kasih yang kita masukkan ke dalam pekerjaan itu.

Bayangkan dua orang memberikan bantuan kepada seseorang. Yang satu memberikan banyak, tetapi dengan wajah terpaksa dan hati menggerutu. Yang lain memberikan sedikit, mungkin hanya waktu lima menit untuk mendengarkan, tetapi diberikan dengan sungguh-sungguh dan penuh perhatian. Di mata manusia, yang pertama mungkin terlihat lebih besar. Tetapi di mata Tuhan, kasih tidak diukur dengan ukuran pemberian.

Bukankah kehidupan kita sehari-hari justru penuh dengan kesempatan seperti itu?

Menyapa orang yang sering kita lewatkan. Mengucapkan terima kasih. Memaafkan kesalahan kecil. Mendengarkan seseorang yang sedang berbicara. Mengerjakan tugas yang membosankan tanpa mengeluh. Membantu seseorang tanpa perlu diketahui orang lain. Bahkan menahan satu kata yang sebenarnya bisa menyakiti.

Hal-hal itu tampaknya kecil. Tetapi kalau dilakukan dengan kasih, tidak ada yang kecil di hadapan Tuhan.

Theresia juga mempunyai keyakinan yang sangat indah: ia tidak mau datang kepada Tuhan dengan mengandalkan kekuatannya sendiri. Ia ingin datang seperti seorang anak kecil kepada bapanya—dengan kepercayaan, kerendahan hati, dan penyerahan diri.

Mungkin ini yang perlu kita pelajari. Kita sering berpikir, “Saya harus menjadi hebat supaya berguna.” Theresia justru mengajarkan: “Saya hanya perlu mencintai dengan sungguh-sungguh apa yang Tuhan percayakan kepada saya hari ini.”

Maka hari ini jangan bertanya terlalu banyak, “Apa yang besar yang dapat saya lakukan untuk Tuhan?”

Tanyakanlah: “Hal kecil apa yang dapat saya lakukan hari ini dengan kasih yang lebih besar?”

Mungkin hanya satu senyuman. Satu pengampunan. Satu pelayanan. Satu doa. Satu kunjungan. Satu kata yang menguatkan.

Itulah jalan kecil Santa Theresia.

Dan mungkin, justru melalui jalan kecil itulah kita perlahan-lahan menjadi besar di dalam kasih Tuhan.

Santa Theresia dari Kanak-kanak Yesus, doakanlah kami, agar kami belajar melakukan hal-hal kecil dengan kasih yang besar. Amin.


Posting Komentar