Menjadi Sesama Bagi yang Terluka
Saudara-saudari terkasih,
Ada sebuah pertanyaan sederhana yang sering muncul dalam hidup kita: “Apa yang harus saya lakukan?” Tetapi kadang-kadang, pertanyaan yang lebih penting adalah: “Apa yang bisa saya lakukan untuk orang ini?”
Dalam Injil hari ini, seorang ahli Taurat bertanya kepada Yesus, “Siapakah sesamaku manusia?” Yesus tidak menjawab dengan definisi. Ia memberikan sebuah cerita: seorang yang dirampok dan dibiarkan setengah mati. Seorang imam melihatnya, seorang Lewi melihatnya—tetapi mereka melewatinya. Kemudian datang seorang Samaria. Ia melihat, tergerak oleh belas kasihan, mendekat, merawat, dan menolongnya.
Menarik bahwa Yesus tidak mengatakan, “Sesamaku adalah orang yang saya sukai.” Sesama adalah orang yang Tuhan tempatkan di hadapan saya, terutama ketika ia membutuhkan pertolongan.
Kadang-kadang orang yang membutuhkan kita bukan orang yang jauh. Bisa jadi orang yang tinggal serumah dengan kita. Rekan kerja yang sedang mengalami masalah. Seorang saudara yang kita tahu sedang kesepian. Bahkan seseorang yang pernah membuat kita kecewa.
Masalahnya, kita sering melihat tetapi tidak sungguh-sungguh memperhatikan. Kita tahu seseorang sedang mengalami kesulitan, tetapi berkata, “Itu urusannya.” Kita melihat orang membutuhkan bantuan, tetapi berpikir, “Pasti ada orang lain yang akan menolong.”
Orang Samaria itu berbeda. Ia berhenti.
Mungkin inilah pesan Injil bagi kita pagi ini: kasih membutuhkan keberanian untuk berhenti. Berhenti dari kesibukan kita. Berhenti dari urusan kita sendiri. Berhenti sejenak untuk melihat orang lain.
Dan perhatikan: Yesus tidak bertanya kepada ahli Taurat, “Apakah kamu tahu siapa sesamamu?” Yesus bertanya, “Siapakah di antara ketiga orang ini menjadi sesama bagi orang yang jatuh itu?”
Jadi, kekristenan bukan hanya tentang mengetahui apa yang baik, tetapi menjadi orang yang berbuat baik.
Hari ini, mungkin Tuhan akan mempertemukan kita dengan seseorang yang membutuhkan “orang Samaria” dalam hidupnya. Jangan terlalu cepat melewatinya.
Lihat. Berhenti. Dekati. Tolong.
Sebab ketika kita menolong orang yang terluka, sesungguhnya kita sedang menghadirkan kasih Kristus di tengah dunia.
Amin.

Posting Komentar