Mintalah... Carilah ... Ketoklah

Daftar Isi

Homili Kamis, 8 Oktober 2026 - Bacaan: Gal 3:1-5; Luk 11:5-13



Dalam Injil hari ini Yesus mengatakan sesuatu yang sangat sederhana tetapi sangat kuat: “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.”  [ aiteite — zÄ“teite — krouete ]

Tetapi kita mungkin bertanya: Benarkah demikian? Bukankah kita sudah berdoa berkali-kali, tetapi apa yang kita minta tidak juga terjadi?

Bayangkan seorang ibu yang anaknya sedang menghadapi ujian penting. Setiap pagi ibu itu berkata, “Tuhan, berikanlah anak saya kemampuan.” Tetapi setelah berdoa, ibu itu tidak kemudian duduk diam. Ia membantu anaknya belajar, mengingatkan supaya tidur cukup, menyiapkan sarapan, bahkan mungkin berkata, “Ayo, coba lagi. Jangan menyerah.”

Doa yang sungguh-sungguh ternyata tidak membuat kita pasif. Doa justru membuat kita terus berusaha.

Itulah yang ingin Yesus ajarkan melalui perumpamaan tentang orang yang tengah malam mengetuk pintu sahabatnya. Ia terus mengetuk bukan karena ia tidak tahu sopan santun, tetapi karena ia sungguh membutuhkan pertolongan.

Ada sebuah pengalaman sederhana yang sering kita alami. Ketika seseorang yang kita kasihi sakit, kita berdoa: “Tuhan, sembuhkanlah dia.” Tetapi pada saat yang sama kita menelepon dokter, mencari obat, mengantar ke rumah sakit, menjaga di malam hari. Mengapa? Karena doa dan usaha tidak bertentangan. Kita berdoa seolah-olah semuanya bergantung pada Tuhan, tetapi kita bekerja seolah-olah Tuhan mempercayakan sesuatu kepada kita.

Karena itu, Yesus tidak hanya berkata, “Mintalah.” Ia juga berkata, “Carilah” dan “Ketoklah.” Ada gerakan di dalamnya: meminta, mencari, mengetuk. Artinya, iman bukan sekadar menunggu mukjizat. Iman adalah keberanian untuk terus datang kepada Tuhan dan terus melangkah bersama-Nya.

Dan yang paling indah, Yesus kemudian memberikan gambaran tentang seorang bapak. Kalau seorang anak meminta ikan, apakah bapaknya akan memberikan ular? Kalau meminta telur, apakah akan memberikan kalajengking?

Yesus ingin mengatakan: Allah adalah Bapa. Kadang-kadang kita meminta sesuatu dan Tuhan tidak memberikannya persis seperti yang kita inginkan. Bukan karena Tuhan tidak mendengar. Bisa jadi karena Tuhan melihat sesuatu yang tidak kita lihat.

Seorang anak kecil mungkin menangis karena ayahnya tidak mengizinkan dia memegang pisau. Bagi anak itu, ayahnya terasa kejam. Tetapi sang ayah tahu bahwa pisau itu bisa melukai tangannya.

Demikian juga dengan doa. Kadang kita berkata, “Tuhan, berikan ini.” Tuhan menjawab, “Tidak.” Kita berkata, “Tuhan, mengapa?” Dan baru bertahun-tahun kemudian kita mengerti: ternyata Tuhan sedang melindungi kita.

Saudara-saudari,

Mungkin hari ini ada di antara kita yang sudah lama mengetuk pintu Tuhan: untuk keluarga, kesehatan, pekerjaan, panggilan hidup, seseorang yang kita cintai, atau sebuah persoalan yang belum menemukan jalan keluar.

Jangan berhenti mengetuk.

Tetapi sambil mengetuk pintu Tuhan, jangan lupa membuka pintu hati kita sendiri. Bisa jadi jawaban Tuhan atas doa kita datang melalui sebuah kesempatan, seorang teman, seorang dokter, sebuah nasihat, atau bahkan melalui tugas kecil yang hari ini dipercayakan kepada kita.

Dan akhirnya Yesus mengatakan bahwa Bapa akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya.

Ini sangat penting. Kadang kita meminta kepada Tuhan supaya masalah kita berubah. Tetapi Tuhan justru pertama-tama memberikan Roh-Nya supaya kita berubah dan memiliki kekuatan menghadapi masalah itu.

Maka hari ini marilah kita berdoa dengan sederhana:

“Tuhan, berikanlah apa yang menurut-Mu terbaik bagiku. Jika pintu belum terbuka, berikan aku kesabaran untuk mengetuk. Jika jalan belum terlihat, berikan aku iman untuk mencari. Dan jika aku harus menunggu, berikan aku Roh Kudus agar aku tidak kehilangan harapan.”

Sebab orang beriman bukanlah orang yang selalu mendapatkan apa yang dimintanya, tetapi orang yang tetap percaya bahwa Bapa mendengarkan, bahkan ketika jawabannya belum kelihatan.

Amin.


Posting Komentar