Jalan Iman Bersama Sang Pelindung
Pernahkah kita mengalami sesuatu yang hampir saja terjadi? Kita sedang mengendarai mobil, tiba-tiba ada kendaraan memotong jalan. Kita mengerem dan berkata, “Wah, hampir saja!” Atau kita pernah hendak melakukan sesuatu, tetapi tiba-tiba muncul dorongan dalam hati, “Jangan lakukan.” Beberapa saat kemudian kita sadar bahwa keputusan kecil itu ternyata menyelamatkan kita dari sesuatu yang tidak baik.
Kita sering menyebutnya kebetulan. Tetapi hari ini Gereja mengajak kita melihat dengan mata iman: Tuhan mempunyai banyak cara untuk menjaga kita. Dalam bacaan pertama Tuhan berkata, “Aku mengutus seorang malaikat berjalan di depanmu, untuk melindungi engkau di jalan.” Betapa indahnya: malaikat berjalan di depan kita.
Kita tidak tahu apa yang akan terjadi lima menit lagi, apalagi besok. Kita tidak menguasai masa depan. Tetapi Tuhan sudah lebih dahulu hadir di sana.
Dalam Injil Yesus berkata, “Malaikat mereka di surga selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di surga.” Yesus mengingatkan kita bahwa hidup kita tidak pernah luput dari perhatian Allah.
Bayangkan seorang anak kecil berjalan bersama ayahnya. Ia tidak perlu tahu seluruh jalan. Ia cukup menggenggam tangan ayahnya. Kadang kita orang dewasa justru berbeda. Kita ingin tahu semuanya, mengendalikan semuanya, memastikan semuanya aman. Kita berdoa, “Tuhan, saya serahkan,” tetapi sesudah itu kita mengambil kembali kekhawatiran kita dan membawanya tidur malam.
Hari ini Tuhan mengingatkan: “Engkau tidak sendirian.”
Tetapi perlindungan Tuhan tidak berarti hidup kita bebas dari masalah. Orang yang mempunyai Malaikat Pelindung tetap bisa mengalami sakit, kegagalan, kehilangan, dan penderitaan. Perlindungan Tuhan kadang bukan dengan menghilangkan hujan, tetapi dengan berjalan bersama kita di tengah hujan.
Seperti seorang ayah yang berjalan bersama anaknya. Hujan tetap turun, jalan tetap basah, tetapi sang ayah menggenggam tangannya dan berkata, “Jangan takut. Kita pulang bersama.”
Dan ada satu hal lagi. Hari ini kita tidak hanya diajak percaya bahwa Tuhan mengutus malaikat untuk melindungi kita. Kita juga diajak menjadi “malaikat” bagi orang lain.
Mungkin hari ini ada seseorang yang tidak membutuhkan nasihat panjang. Ia hanya membutuhkan kita untuk mendengarkan. Ada yang sedang kecewa dan membutuhkan sebuah kata: “Jangan menyerah.” Ada yang kesepian dan membutuhkan seseorang yang berkata: “Saya ada di sini.”
Kita memang tidak mempunyai sayap. Tetapi kita bisa menjadi tanda kehadiran Tuhan bagi seseorang.
Maka hari ini mari kita berdoa: “Tuhan, terima kasih karena Engkau tidak pernah meninggalkan aku. Dan jadikanlah aku juga malaikat-Mu bagi orang yang membutuhkan perlindungan, penghiburan, dan harapan.”
Sebab mungkin tanpa kita sadari, seseorang sedang berdoa agar Tuhan mengirimkan seorang malaikat kepadanya. Dan mungkin, hari ini, Tuhan mengutus kita.

Posting Komentar